Daniel Prasatyo


Daniel Prasatyo adalah sebuah paradoks.

Penyendiri dan anti sosial, tapi menikmati waktu–waktu bercengkerama dengan banyak orang. Penyuka keheningan, tapi menikmati dentuman musik DJ. Kutu buku, tapi mudah bergaul. Pencinta alam, tapi punya rekor 25 jam browsing internet nonstop. Pemalas, tapi bekerja 24 jam sehari.

Mudah disukai, tetapi mudah juga dibenci. Kata–katanya selalu menyemangati, sekaligus menjatuhkan. Pendengar yang baik, sekaligus pembicara yang dominan. Penampilannya rapi, kamarnya berantakan.

Pikirannya tajam selayaknya pria, hatinya lembut selayaknya wanita. Pandai berlogika, meski selalu terjebak dalam perasaan.

Tidak punya musik favorit, tidak punya film favorit, tidak punya buku favorit. Semua dilahap dan dianalisa. Selalu lupa nama dan wajah orang yang baru ditemuinya, khususnya yang tidak mampu bertahan lebih dari 10 menit berdiskusi dengannya.

Jangan sekali–kali bertanya padanya tentang hal yang diketahuinya. Satu pertanyaan saja bisa membuatnya memberi kuliah setara 3 SKS.

Jangan sekali – kali bertanya padanya tentang hal yang tidak diketahuinya. Dia selalu siap untuk mengambil kelas setara 3 SKS.